Gejala Difteri, Penyebab dan Cara Pencegahannya

gejala difteriMengetahui tentang difteri baik itu gejala difteri, penyebab serta cara pencegahannya menjadi suatu hal yang penting apalagi di tengah merebaknya penyakit ini di beberapa daerah di Indonesia. Seperti yang kita ketahui beberapa waktu yang lalu di indonesia difteri sempat mewabah dan bahkan kementrian kesehatan pun sampai menetapkan penyakit ini sebagai KLB (kejadian luar biasa) karena cukup masifnya anak anak yang terserang difteri. Di tahun 2017 saja difteri ini sudah tersebar di 28 provinsi dan 142 kabupaten / kota. Jumlah yang bisa dibilang sangat besar jika dibandingkan dengan wabah difteri di negara negara lain seperti brazil atau rusia. Padahal jika kita menengok ke belakang sebenarnya di tahun tahun 90an difteri ini sudah nyaris hilang.

Kembali munculnya wabah penyakit difteri ini tentunya bukan tanpa sebab. Beberapa hal ditengarai menjadi penyebab kemunculan kembali difteri yang memakan korabn cukup banyak. Seperti yang kita ketahui bersama difteri terjadi karena adanya serangan dari bakteri Corynebacterium diphtheriae ke tubuh manusia. Dan mengapa di tahun tersebut difteri kembali menjadi wabah yang cukup masif kemungkinan karena cepatnya penularan ini dari satu orang ke orang lainnya. Apalagi jika dalam sebuah lingkungan terdapat satu atau dua orang yang terserang difteri sementara orang orang di sekitarnya tidak atau belum melakukan imunisasi DPT (difteri, pertusis dan tetanus) maka kemungkinan penyakit ini akan menyebar dengan cepat.

Difteri termasuk salah satu jenis penyakit yang berbahaya bahkan tak jarang ada yang menyebabkan kematian. Apalagi jika kemudian terjadi komplikasi dengan penyakit lainnya sehingga semakin berat penyakitnya. Oleh karena itulah sebaiknya seorang yang menderita difteri bisa ditangani sedini mungkin sebelum penyakit ini bertambah parah dan sebelum difterinya menular ke orang sekitar. Untuk itulah sebaiknya kita mengetahui gejala gejala dari penyakit difteri ini dan jika kita menemukan seseorang yang mengalami gejala tersebut kita segera membawanya ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya agar orang tersebut mendapat penanganan yang tepat. Di antara gejala gejala dari difteri ini antara lain adalah sebagai berikut :

  • Timbul atau munculnya pseudomembran yakni selaput berwarna ke abu abuan di tenggorokan penderita yang menyebabkan mereka mengalami gangguan saat bernafas.
  • Terjadinya rasa nyeri ketika menelan makanan dan juga disertai dengan menurunnya tingkat nafsu makan
  • Badan terasa lemas dan keluar keringat dlaam jumlah yang cukup banyak
  • Timbul bengkak pada tenggorokan
  • Saat berbicara suara dari penderita tidak jelas
  • Tubuh terasa panas dan mengalami demam

Mencegah Terjadinya Difteri
Seperti kata pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati maka daripada kita terserang penyakit difteri dan harus diobati akan lebih baik jika kita tidak terserang penyakit tersebut sama sekali. Tentunya agr kita aman dari berbagai jenis penyakit termasuk juga difteri kita sebaiknya melakukan upaya upaya pencegahan untuk penyakit tersebut. Untuk pencegahan terhadap difteri ini kita bisa melakukannya dengan mengikuti iminisai DPT. Dan imunisasi ini bisa dilakukan sejak mas anak anak masih bayi atau berumur beberapa bulan, imunisasi untuk difteri ini tidak hanya dilakukan sekali saja namun beberapa kali sesuai ketentuan yang ada. Sedangkan jika sudah ada yang terserang difteri untuk mencegah terjadinya penyebaran maka sebaiknya tidak menggunakan barang barang yang sama dengan orang yang menderita difteri tersebut. Karena difteri ini selain bisa menular lewat udara juga bisa lewat kontak fisik dengan barang penderita difteri yang telah terkontaminasi bakeri Corynebacterium diphtheriae.

Opmerkings

Gewilde plasings van hierdie blog

Inilah Keuntungan Bertani Secara Hidroponik

Olahraga Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Mau Beli Besi Hollow, Perhtikan Hal Berikut Ini